Quote of the day
 
Don't just do what you like, try to like what you do
Rahmada 2007

Capek ngeblog karena lelet? Pake desktop Client!

Knowledge No Comments »

Ngeblog memang asyik. Hanya terkadang masalah terbesar kita adalah loading yang ampun-ampun lamanya. Apalagi kalau bandwidth di kantor atau kampus harus rebutan dengan bejibun orang.. Ini juga yang terkadang membuat saya malas ngeblog, soalnya nunggu halaman admin kebuka aja bisa sambil masak mie dulu :)).

Jadi apa solusinya? Hemat bandwidth dengan mengisi blog lewat aplikasi desktop. Banyak aplikasi desktop yang bisa digunakan untuk mengisi berbagai jenis blog Engine. Ecto, Qumana, w.Bloggar, BlogJet, dan lain lain. Saya sendiri samapai saat ini baru sempat mencoba dua client, Qumana dan W. Bloggar. Dua Client ini cukup compatible dengan WordPress dan the best is that they’re free (Yippe Kay Yee Open Source!!!). Artikel ini sendiri di post menggunakan w.Bloggar.

Qumana? Dibangun di atas Java, jadi pastikan anda sudah menginstall Java Runtime Environment. Dukungan terhadap berbagai macam blog belum sempat saya tes semua, tapi dengan wordpress custom yang dihost sendiri seperti saya begini tidak menemui masalah.

Antara w.Bloggar dan Qumana punya kelebihan masing-masing, namun saya lebih menganjurkan w.Bloggar karena kemudahan settingnya. Satu2nya kekurangan w.Bloggar adalah editornya tidak mendukung WYSIWIG

Lihat betapa banyaknya dukungan engine wBloggar… wew

Menggunakan w.Bloggar untuk blogging engine gratisan seperti blogger.com dan wordpress.com termasuk mudah, karena tinggal set username dan password. Karena itu saya akan berikan tuntunan untuk yang menghosting sendiri engine WordPressnya.

Setting MetaWebLog API untuk Posts dan Categories pada Multi, mengingat wordpress adalah multi-categories blog-engine.

Set URL blog anda dan tambahkan /xmlrpc.php di path untuk API. Ini biasanya default. Bila anda menginstall pada direktri custom di hosting anda, pastikan anda mencari xmlrpc.php dan dahului dengan pathnya.

Selanjutnya? Set username dan Password, dan VoilA!!!

Happy Blogging!!

Sumber : - Wordpress Client Search

Etika dalam Blogging

Knowledge, My Phyloshopy 5 Comments »

Blogging di Indonesia sudah menjadi fenomena yang menjamur, hampir setiap netters memiliki blognya sendiri sekarang. Yang ditulis pun bermacam2, Mulai dari kejadian sederhana sehari-hari, informasi ringan, sampai dengan tulisan yang dibuat dengan reGling (research by Googling :D, istilah saya sendiri) ditulis di dalam blog.

Terkadang kita blogging sambil terus mencurahkan isi hati, pemikiran bahkan tak jarang ideologi kita, tanpa memikirkan dampak atau efek apabila tulisan kita terbaca oleh orang. Sebagaimana halnya bersosialisasi, blogging juga membutuhkan etika untuk menjaga kenyaman dua belah pihak, baik writers maupun readers. Meskipun tidak pernah ada aturan tertulis mengenai etika dalam ngeBlog, namun ada beberapa pihak - sumber saya adalah WebBlog Lisa William (seorang jurnalis yang juga menjadi blogger, seorang aktivis etika blogging) - yang sudah mencoba menjabarkan beberapa aturan dalam Blogging, untuk meminimalisasi efek yang tidak diinginkan dari tulisan kita. Saya coba mengartikan beberapa point yang dia maksud di sini, dengan pemahaman saya :

  1. Kindness/ketulusan, menulislah dengan kepala dingin. Cobalah untuk seobjektif mungkin dalam menulis tanpa memojokkan atau memaki-maki pihak tertentu. Di luar negeri, tulisan dalam WebBlog sudah bisa menjadi bukti untuk tuduhan penghinaan. Bukan menghalangi berkritik, namun menyampaikan protes pun tetap bisa disampaikan dengan bahasa dan tutur kata yang baik, tanpa melibatkan nama-nama penghuni kebun binatang. Pun bila anda memang tidak tahan, cobalah untuk membuat blog anda menjadi private blogging (taruhlah password untuk post anda yang tidak mengenakkan dan sensitif, agar tak semua orang dapat menemukan artikel anda). Mencantumkan semua sumber link, baik yang medukung maupun menyanggah pernyataan anda juga merupakan bentuk objektifitas yang baik dalam menulis blog.
  2. Corrections/koreksi, anda berani menulis, maka menjadi kewajiban anda untuk melakukan koreksi terhadap tulisan anda bila ternyata di masa depan terbukti anda menyebarkan informasi yang salah, apalagi yang bersifat fakta.
  3. Hormati Privasi Orang lain, pikirkan baik-baik sebelum menulis blog. Pastikan bahwa apa yang anda tulis mengenai orang lain/institusi bukan merupakan privasi mereka. Pikirkan apa pikiran dan perasaan orang tersebut bila mereka membaca blog anda. Ingatlah bila anda menulis di blog, kemungkinan terbuka lebar untuk setiap orang membaca tulisan anda, termasuk orang/institusi yang anda tulis. Ada beberapa hal yang sebaiknya tetap dirahasiakan atau diungkapkan secara tersirat tanpa memberi petunjuk apalagi menunjuk langsung ke nama/institusi tertentu.
  4. Linking. hormatilah sumber tulisan anda. bila anda telah melakukan reGling sebelumnya, jangan lupa mencantumkan linknya. Bila anda melakukan quoting, jangan lupa untuk menyebutkan sumbernya. Anda tentunya juga tidak mau bila tulisan anda di kemudian hari muncul di blog lain seolah2 orang tersebut yang menulis. Dan usahakan untuk memberikan describe terhadap link anda, dan hindari penulisan URL langsung (gunakan tulisan berupa deskripsi sumber lalu berikan link, karena yang penting adalah acknowlegment anda terhadap sumber tulisan, bukan URLnya - ini juga akan menunjukkan kapasitas intelektual anda sebagai penulis)
  5. Fair Use/Penggunaan yg wajar. jangan melakukan posting beberapa artikel hanya untuk menegaskan atau membahas masalah yang sama. Usahakan update artikel anda yang lama - kecuali ada fakta terbaru (dan bila pun iya, jangan lupa bubuhkan link ke artikel anda yang lama) -, atau buat artikel anda menjadi beberapa bagian, dengan membubuhkan nomor part artikel pada titel artikel. Copy/paste artikel orang lain tanpa memberikan effort tambahan juga merupakan tindakan abusif terhadap karya cipta orang lain walaupun anda menuliskan sumbernya. Setidaknya bila anda mencopy/paste dari artikel lain, berikanlah pendapat anda sendiri mengenai artikel itu, dan coba berikan tambahan. Sudah tak terhitung beberapa kali saya menemukan artikel kembar di halaman blogger2 Indonesia, dan sedihnya banyak sekali diantaranya yang tidak mencantumkan sumber (sudah copy/paste, tidak menghargai sumbernya).
  6. Standar Journalism efforts. tetapkan standar jurnalistik dalam artikel anda. berhati-hatilah dalam menulis fakta, karena bila anda menulis sesuatu bersifat fakta, terkadang reGling tidak cukup. Cobalah untuk mencari literatur lain berupa buku atau ensiklopedi terpercaya untuk dijadikan dasar fakta anda. Bila berupa pendapat, tegaskan bagian mana yang merupakan pendapat anda atau pendapat orang lain. Bila yang anda tulis adalah fakta yang sifatnya masihh spekulasi, maka tegaskan juga bahwa anda masih tidak yakin.
  7. Comments policy/kebijakan comments. dalam menerima comments dalam artikel, anda harus memiliki kebijakan yang etika samadalam anda menulis artikel. Segala macam komen yang bersifat mengancam atau menghina, baik ditujukan pada anda atau orang lain tidak sepantasnya berada di blog anda. Bila ada comments yang menunjukkan fakta baru, anda sebaiknya segera melakukan crosscheck terhadap bukti/fakta baru tsb.
  8. Transparency. Aturan dan kebijakan anda dalam blogging sebaiknya diungkapkan dalam bentuk link pada sidebar, terutama apabila blog anda merupakan blog dengan multi-authors. Apabila anda blog anda adalah blog pribadi, perkenalkan diri anda dalam satu page khusus dan beri link ke page tersebut di sidebar. Dengan memperkenalkan diri anda, secara tidak langsung anda telah bertanggung jawab terhadap segala bentuk tulisan yang anda publish di blog anda.

Beberapa poin di atas, tentu saja belum dapat mencakup aturan yang rumit dalam lingkungan sosialisasi maya yang besar dalam blogging di internet. Topik mengenai etika dalam blogging merupakan topik yang kebanyakan dihindari, mengingat kekuatan terbesar blogging adalah kebebasannya. Namun -sesuai dengan tulisan Rebbeca Pocket, penulis buku ‘Weblog HandBook:Practical Advice on Creating and Maintaning your Blog‘ - kekuatan terbesar blog ini suatu saat dapat menjadi bumerang bagi keberadaan blog, bahkan internet, sebagai sumber informasi alternatif bagi khalayak ramai. Bila weblog menjadi sumber informasi yang kebablasan, bukan tidak mungkin segala tulisan resmi (e.g. skripsi, penulisan ilmiah, atau sekedar artikel sederhana di koran) akan ditertawakan bila menggunakan blog sebagai sumbernya.

Oleh karena itu, mari kita coba budayakan blogging yang ramah, sopan objektif dan transparan, sesuai dengan standar jurnalistik yang baik, walaupun blog anda hanya sekedar mengungkapkan kejadian sehari-hari dalam hidup anda. :)

sumber dan referensi :

Berbenah Blog

Activities, Knowledge 1 Comment »

Seharian ini saya pakai untuk membenahi blog ini. Sudah lama saya ngga masuk ke BiruBiru.org. Hampir setahun anak-anak dudulerz hosting di sini. Ngga banyak perkembangan memang, mungkin karena anak-anak Birubiru bukan tipe-tipe penulis. Anyway, itu bukan topik utamanya. Inilah beberapa perubahan yang saya lakukan pada blog ini :

Read the rest of this entry »

Dari tehnikal menjadi konseptual

Knowledge, My Phyloshopy 1 Comment »

Sudah hampir dua bulan saya berkecimpung di dunia e-learning dan bisnis IT. Ada satu hal yang menarik bagi saya, dimana menurut saya adalah suatu hal yang menarik untuk dipaparkan karena berkaitan dengan generalisasi pola pikir manusia.

Dua tipe pola pikir dasar manusia dalam memahami suatu permasalahan, yaitu konseptual dan tehnikal/praktikal.

Tipe konseptual adalah tipe pemikir yang melihat suatu masalah dari scope besar, dari sisi arsitektural dan perencanaan. Biasanya tipe-tipe ini menjadi seorang pemimpin yang memiliki tanggung jawab mengambil keputusan strategis (executive decision). Seorang pemikir konseptual akan dituntut pemikirannya di awal kegiatan untuk perencanaan dan grand design dari suatu kegiatan. Seorang tipe konseptual akan berpikir mengenai hal-hal baru/invention dan pada umumnya memiliki creation-value yang tinggi, tetapi mungkin kesulitan untuk mewujudkannya. Disinilah seorang yang berpemikiran praktikal berperan.

Seorang berpikiran praktikal mungkin tidak suka ketika dijelaskan secara konsep. Seringkali ketika dijelaskan konsep, mereka lalu bertanya ‘Prakteknya di lapangan ntar gimana?’. Namun percaya atau tidak, sebenarnya merekalah orang yang benar-benar mengerti keadaan lapangan, dan kemungkinan implementasi konsep menjadi kenyataan. Seorang konseptualis tanpa praktisi akan percuma, sedangkan seorang praktisi yang berjalan sendiri tanpa pemikiran konseptual pada umumnya akan kacau di tengah jalan karena tidak ada perencanaan yang baik.

Contoh sederhana dari hubungan antara Konseptualis dan Praktisi lapangan :

  • Arsitek dan Civil Engineer
  • System Analyst dan Project Manager

dan masih banyak contoh lainnya.

Yang perlu digaris bawahi, banyak di kalangan IT indonesia ternyata berasal dari kalangan Praktisi (termasuk saya). Ketika diajak berpikir konsep, praktisi IT indonesia mulai malas karena berpikir betapa luasnya scope pekerjaan dan sulitnya pengaplikasian lapangan. Namun lambat laun, sesuai dengan jam terbang, seorang praktisi akan bisa menjadi seorang konseptualis dengan bertambahnya pengalaman, error rate, dan ditambah keinginan, tentunya. Setidaknya bila kita jadi praktisi, jadilah praktisi yang terbuka terhadap pemikiran konsep.

Gamers Generation sebagai e-Learners

Knowledge No Comments »

Sungguh menarik melihat perkembangan generasi kita yang telah beralih pola pikirnya dari yang bersifat text based menjadi generasi yang lebih mengutamakan pengalaman yang kaya media dan grafis. Media berbentuk tulisan kini hanya dicari untuk detail. Untuk pengetahuan yang bersifat di permukaan, user lebih senang mencari materi di luar media cetak, ataupun media cetak yang berbentuk digital.

Generation on evolving

Kenyataan bahwa perkembangan generasi yang ‘media-oriented’ ini pun juga berkembang bila dilihat dari sisi tools yang dipakai untuk belajar. Mulai dari Baby Boomers yang masih mengandalkan Video (toolsnya adalah TV, VHS player, dll) , kemunculan komputer kemudian merubah mindset dari generasi ini menjadi generasi yang menginginkan peran pro aktif dalam proses belajar, dan ini adalah awal munculnya gamers generation, atau umumnya disebut GEN X.

Yang menarik, interaktif saja sekarang tidak cukup. Perkembangan gadget memungkinkan untuk membawa materi interaktif kemana saja dan kapan saja. Ide yang muncul berikutnya adalah akses ke materi tersebut. Dengan didukung infrastruktur jaringan yang memadai, materi kini bisa dengan mudah di upload, didownload, bahkan DIBUAT diatas platform web. Check out penggunaan iPodCast untuk penggunaan e-learning di University of Winconsin, Madison.

Mungkin kita bisa berharap menemui sistem belajar gaya baru ini di indonesia dalam waktu dekat, walaupun masih eksklusif di beberapa instansi. Dengan kekuatan bisnis telekomunikasi di Indonesia, mungkin tidak terlalu sulit mewujudkan sistem seperti ini di Indonesia, apalagi segala hal baru yang berhubungan dnegn gadget selalu disambut dengan antusias oleh masyarakat luas. Mungkinkah juga dengan Mobie-learning?

WP Theme & Icons by N.Design Studio
Entries RSS Comments RSS Login