Beberapa hari lalu saya mendapat e-mail inspiratif dari atasan saya, di dalamnya foto-foto berikut :




Kejadian di atas adalah seorang pengemis tuna daksa (cacat tubuh) hendak memberikan pada yayasan amal yang sedang mengadakan acara pengumpulan dana.
Menerima e-Mail ini, tiba-tiba pikiran saya terlintas pada seorang pengemis yang sering saya lihat di atas KRL Bogor-Jakarta (Saya seorang Komuter). Dia punya kesamaan dengan foto di atas. Kenapa? Tidak, dia tidak menyedekahkan penghasilannya pada orang di kereta, tetapi saya teringat sedekah SENYUMnya…. saya ingat betul, diberi tidak diberi, dia selalu menyunggingkan senyum di wajahnya pada orang yang ia harap sedekahnya….
Senyumanmu di hadapan saudaramu (seiman) adalah sedekah.” (HR: At-Tirmidzi).
Saya jadi malu bila berhadapan dengan dia dan tak memberi apa-apa. Yang lalu terlintas di pikiran saya :
” Andaikata dia tersenyum dan saya tak memberi apapun, bukankan dia yang telah bersedekah ke saya?”
Rahmat dan berkah Allah SWT atas senyummu, wahai saudaraku…